- Pengertian Hutang Jangka Pendek
disebut dengan utang jangka pendek atau lancar. IAI Nomor 1 (2004:44) menyatakan bahwa suatu
utang diklasifikasikan sebagai utang jangka pendek jika :
- diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan,
- jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal Neraca.
Dapat dikatakan bahwa utang lancar adalah semua utang keuangan perusahaan dimana pelunasannya
akan dilakukan dalam jangka waktu kurang atau 1 tahun yang biasanya dengan menggunakan aktiva
yang dimiliki perusahaan.
Menurut Jerry J. Weygandt, dkk (2008:4) utang lancar merupakan utang yang memiliki dua kriteria
pokok : (1) diharapkan dapat dibayarkan dari aset lancar yang ada atau dengan membuat utang jangka
pendek lainnya; (2) diperkirakan akan dibayarkan dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus
operasi perusahaan, mana yang lebih lama.Artikel dari asepnurrafiq.blogspot.com/2008/11/ yang
berjudul Economic and Accounting Education, mengartikan utang lancar sebagai : utang-utang yang
akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang
diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru.
Menurut Niswonger, dkk (1999:441) utang lancar merupakan utang yang harus dibayar dengan aktiva
lancar serta jatuh tempo dalam jangka pendek, biasanya setahun dinamakan dengan dengan utang
lancar atau utang jangka pendek. Masih menurut Niswonger, dkk (1999:441), sebagian besar utang
jangka pendek berasal dari dua transaksi dasar yaitu (1) barang atau jasa yang telah diterima tetapi
belum dibayarkan dan (2) pembayaran yang telah diterima tetapi barang atau jasa belum dikirimkan.
2. Pembagian Hutang Jangka Pendek
Hongren (2006:506) mengelompokkan hutang jangka pendek atau h utang lancar menjadi tiga bagian,
yakni:
1. Hutang yang jumlahnya dapat dipastikan
a. Hutang Usaha atau Hutang Dagang
Utang usaha adalah jumlah yang dipinjam untuk pembelian produk atau pemakaian jasa
atas akun (utang) yang terbuka.
Contoh:
Dibeli persediaan barang dagang secara kredit (Periodik) sebesar Rp 1.000.000
b. Wesel Bayar Jangka Pendek
Merupakan bentuk umum dalam pembiayaan yang memiliki jatuh tempo satu tahun.
Contoh:
Pada tanggal 1 Desember 1990 PT A membeli persediaan barang dagang sebesar Rp
2.000.000, dengan mengeluarkan wesel dengan tingkat bunga 12% per tahun, jangka
waktu 60 hari .
Jurnalnya : 1 / 12 Pembelian barang dengan mengeluarkan sebuah wesel
31 /12 Penyesuaian bunga (Hutang bunga dilaporkan sebagai hutang jangka pendek)
Perhitungan bunga: 2.000.000 x 12% x (30/360) = 20.000
dari tanggal 1/12 s/d 31/12 = 30 hari
Jurnal Balik: 1 / 1 Pembayaran wesel
30 1 Perhitungan bunga: 2.000.000 x 12% x (60/360) = 40.000
c. Wesel Bayar jangka pendek yang dikeluarkan dengan Diskonto
Perusahaan dapat juga mendiskontokan weselnya (untuk peminjaman uang) pada bank.
Diskonto yaitu pengurangan terhadap nilai bunga dari nilai nominal wesel.
Contoh:
PT ABC mendiskontokan weselnya yang mempunyai nilai nominal sebesar Rp 1.000.000,
jangka waktu wesel 60 hari, tanggal wesel 1 desember 1994 dengan tingkat diskonto
sebesar 12%.
Perhitungan:
Nilai nomina Rp. l 1.000.000
Diskonto Rp. 1.000.000 x 12% x (60/360) Rp. 20.000 –
Hasil Pendiskontoan / kas yang diterima Rp. 980.000
Des 1 Mencatat pendiskontoan wesel (Wesel bayar)
Des 31 Amortisasi (penghapusan) diskonto wesel bayar à penyesuaian akhir tahun (merupakan
pengakuan beban bunga dan penghapusan diskonto wesel bayar)
Perhitungan: 1.000.000 x 12% x (30/360) = 10.000
1 des s/d 31 des = 30 hari
NB: diasumsikan jurnal penutup dibuat
Jan 30
Amortisasi (penghapusan) diskonto wesel bayar pengakuan beban bunga dan
penghapusan diskonto wesel bayar berikutnya
Perhitungan: 1.000.000 x12% x (30/360) = 10.000
des s/d 30 jan = 30 hari Jan 30
d. Hutang Jangka Panjang yang akan jatuh tempo
Hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo merupakan bagian dari hutang jangka
panjang yang harus dibayar dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.
Contoh:
Neraca per 31 Mei PT ABC memiliki hutang jangka panjang sebesar Rp 250.000.000.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 50.000.000 akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari
satu tahun. Maka pelaporan kewajiban dalam neraca PT ABC akan nampak sebagai
berikut:
Kewajiban lancar:
Hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo Rp 50.000.000
Kewajiban jangka panjang:
Hutang jangka panjang Rp 200.000.000
e. Beban yang masih harus dibayar
Beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkanContoh:
PT ABC menerima uang muka sebesar Rp 480.000 untuk berlangganan majalah “Bola”
selama 1 tahun pada tanggal 1 april 1990.
Jurnalnya :
April 1
Penerimaan uang muka sebesar 480.000 untuk 12 bulan
Jadi per bulannya = 480.000 / 12 = 40.000
Pada akhir tahun, 31 desember 1990 PT ABC akan mengakui pendapatan untuk 9 bulan (
1 april s/d 31 desember = 9 bulan)
Pendapatan diakui jika majalah “Bola” sudah diberikan kepada pelanggannya. Karena
selama 9 bulan sudah diberikan, maka pendapatan diakui.
Des 31
Pengakuan pendapatan selama 9 bulan.
Per bulannya sebesar Rp 40.000
jadi 9 bulannya sebesar Rp 40.000 x 9 = 360.000
NB: diasumsikan jurnal penutup dibuat.
Mar 31
Pengakuan pendapatan sisanya yaitu 3 bulan ( 1 jan s/d 31 maret = 3 bulan)
Per bulannya sebesar Rp 40.000,
jadi 3 bulannya sebesarnya Rp 40.000 x 3 = 120.000
f. Hutang pajak penjualan.
hampir semua negara membebankan pajak untuk penjualan eceran. Para pengecer
mengumpulkan pajak penjualan sebagai tambahan pada harga beli barang yang dijual,
maka pengecer akan berutang pada negara atas pajak penjualan tersebut.
g. Beban yang masih harus dibayar
Beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkan.
h. Utang dividen
Dividen yang telah diumumkan namun belum dibayar
2. Hutang yang jumlahnya tidak dapat dipastikan (diperkirakan)
Sering kali perusahaan mengetahui bahwa ada kewajiban tapi tidak mengetahui secara pasti
berapa jumlah kewajiban tersebut. Kewajiban semacam ini disebut kewajiban yang harus
diperkirakan.
Contoh:
- Hutang Garansi yang diperkirakan
- Deposito yang dikembalikan
- Kewajiban Bersyarat
- Pelanggan yang menuntut perusahaan karena produk yang dibelinya tidak sesuai dengan apa yang diiklankan.
- Kewajiban bersyarat yang timbul karena perusahaan menjadi penjamin atas hutang yang dilakukan perusahaan lain kepada pihak ketiga. Praktek ini disebut sebagai consigning
3. Hutang – Hutang Bersyarat
Referensi :
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2014). Intermediate Accounting (15 ed.). New Jersey: Wiley.
Martani, D. (2012). Akuntansi Keuangan Menengah. Jakarta: Salemba Empat.
asepnurrafiq.blogspot.com/2008/11/ yang berjudul Economic and Accounting Education
Tidak ada komentar:
Posting Komentar