1. Jenis industry dan skala perusahaan jelas mempengaruhi besar kecilnya aktiva
lancar, perusahaan kecil cenderung memiliki modal kerja yang lebih tinggi
dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini terjadi mungkin karena perusahaan
besar menjadi semakin intensif menggunakan modal, mempunyai skala ekonomi
atau aliran kas yang relative stabil, dan mempunyain akses yang lebih baik ke pasar
uang, dan aktifitas perusahaan, semakin tinggi penjualan akan semakin besar pula
aktiva lancar perusahaan. Dan begitupun sebaliknya factor yang sama juga
mempengaruhi utang lancaranya, manajemen yang agresif akan menggunakan
utang yang lebih tinggi karena akan memberikan profitabilitas yang tinggi , meskipun
resiko juga akan semakin meningkat
2. Pendekatan agresif disatu sisi akan sangat menguntungkan perusahaan karena
akan lebih cepat meningkatkan jumlah aktiva lancarnya tetapi berkonsekuensi pada
adanya tingkat resiko yang tinggi dengan biaya operasional yang besar pula
3. Volume penjualan perusahaan konstan, ataupun tidak konstan tidak terlalu
mempengaruhi posisi kas perusahaan dalam periode uang ketat karena sumber-
sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan berasal dari berbagai factor,
antara lain penjualan investasi jangka panjang, penjualan atau adanya emisi saham,
penerimaan kas karena sewa, bunga atau dividen dari investasinya, dan keuntungan
dari penjualan hanya merupakan tambahan dana dari perusahaan yang
bersangkutan.
4. tergantung dari nilai besar kecilnya peminjaman, Jika peminjaman nilainya kecil
maka yang memiliki resiko lebih besar adalah peminjaman jangka panjang, karena
kita harus membayar besaran bunga yang lebih banyak sesuai dengan jangka waktu
yang kita ambil untuk waktu pelunasan. Meskipun jumlah bunga terlihat lebih kecil
dibandingkan dengan pokok , tetap saja total akhir bunga tersebut diakhir periode
pelunasan akan sangat besar,. Dikarenakan pengali (waktu pengambilan hutang)
terlalu besar. Begitupun sebaliknya, jika peminjaman nilainya relative besar maka
yang memiliki resiko lebih besar adalah peminjaman jangka pendek, karena kita
tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencari peluang usaha yang bisa kita jalani
untuk membantu pembayaran angsuran peminjaman tersebut dan juga cicilan pokok
pinjaman cenderung besar karena pembayaran pokok pinjaman (waktu cicilan)
terlalu kecil.
5. a. Net working capital : Kelebian aktiva lancar, sedangkan
Gross working capital : Keseluruan aktiva lancar
b. Aktiva lancar permanen adalah aktiva yang secara lancar yang secara tetap
diperlukan oleh perusahaan untuk menjalankan fungsinya.
Aktiva lancar sementara adalah aktiva lancar yang diperlukan perusahaan untuk
sementara waktu saja, misalnya perubahan kegiatan usaha, yang disebabkan
perusahaan musim; konjungtur dan lain-lain.
c.. Kebijakan investasi aktiva lancar yang konservatif adalah pemenuhan kebutuhan
dana yang lebih banyak menggunakan sumber dana jangka panjang
dibandingkan jangka pendek. Sedangkan Kebijakan investasi aktiva lancar yang
agresif adalah pemenuhan kebutuhan dana yang lebih banyak men8 kal
ggunakan sumber dana pendek dibandingkan jangka panjang, dalam pendekatan
ini perusahaan berani menanggung risiko yang besar.
6. diket : Kas = 40 hari
Piutang = 8 kali
Utang = 10 kali
Penjualan = Rp 920.000
Dit. : a. Perputaran Persediaan ?
b. besarnya piutang ?
Jwb : b. Perputaran Piutang =
Penjualan Rata−rata Piutang = 920.000
X = 8 kali
X = 920.000
8 = 115.000
Jadi Rata − rata Piutang = 115.000
Untuk mencari Rata − rata Piutang = Piutang
2. maka besarnya piutang = Rata − rata Piutang x 2 = 115.000 x 2 = 230.000
a. Periode terikatnya modal kerja - kas = 360
Perputaran Kas
40 hari = 360x
X =360
40 = 9 kali
Maka untuk menghitung Perputaran Persediaannya :
Kas = 9 kali
Piutang = 8 kali
Utang = 10 kali +
= 27 kali
Jadi Perputaran Persediaannya adalah 27 kali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar