Senin, 09 Oktober 2023

menghitung Perputaran Persediaan

 1. Jenis industry dan skala perusahaan jelas mempengaruhi besar kecilnya aktiva

lancar, perusahaan kecil cenderung memiliki modal kerja yang lebih tinggi

dibandingkan dengan perusahaan besar. Hal ini terjadi mungkin karena perusahaan

besar menjadi semakin intensif menggunakan modal, mempunyai skala ekonomi

atau aliran kas yang relative stabil, dan mempunyain akses yang lebih baik ke pasar

uang, dan aktifitas perusahaan, semakin tinggi penjualan akan semakin besar pula

aktiva lancar perusahaan. Dan begitupun sebaliknya factor yang sama juga

mempengaruhi utang lancaranya, manajemen yang agresif akan menggunakan

utang yang lebih tinggi karena akan memberikan profitabilitas yang tinggi , meskipun

resiko juga akan semakin meningkat

2. Pendekatan agresif disatu sisi akan sangat menguntungkan perusahaan karena

akan lebih cepat meningkatkan jumlah aktiva lancarnya tetapi berkonsekuensi pada

adanya tingkat resiko yang tinggi dengan biaya operasional yang besar pula

3. Volume penjualan perusahaan konstan, ataupun tidak konstan tidak terlalu


mempengaruhi posisi kas perusahaan dalam periode uang ketat karena sumber-

sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan berasal dari berbagai factor,


antara lain penjualan investasi jangka panjang, penjualan atau adanya emisi saham,

penerimaan kas karena sewa, bunga atau dividen dari investasinya, dan keuntungan

dari penjualan hanya merupakan tambahan dana dari perusahaan yang

bersangkutan.

4. tergantung dari nilai besar kecilnya peminjaman, Jika peminjaman nilainya kecil

maka yang memiliki resiko lebih besar adalah peminjaman jangka panjang, karena

kita harus membayar besaran bunga yang lebih banyak sesuai dengan jangka waktu

yang kita ambil untuk waktu pelunasan. Meskipun jumlah bunga terlihat lebih kecil

dibandingkan dengan pokok , tetap saja total akhir bunga tersebut diakhir periode

pelunasan akan sangat besar,. Dikarenakan pengali (waktu pengambilan hutang)

terlalu besar. Begitupun sebaliknya, jika peminjaman nilainya relative besar maka

yang memiliki resiko lebih besar adalah peminjaman jangka pendek, karena kita


tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencari peluang usaha yang bisa kita jalani

untuk membantu pembayaran angsuran peminjaman tersebut dan juga cicilan pokok

pinjaman cenderung besar karena pembayaran pokok pinjaman (waktu cicilan)

terlalu kecil.

5. a. Net working capital : Kelebian aktiva lancar, sedangkan

Gross working capital : Keseluruan aktiva lancar

b. Aktiva lancar permanen adalah aktiva yang secara lancar yang secara tetap

diperlukan oleh perusahaan untuk menjalankan fungsinya.

Aktiva lancar sementara adalah aktiva lancar yang diperlukan perusahaan untuk

sementara waktu saja, misalnya perubahan kegiatan usaha, yang disebabkan

perusahaan musim; konjungtur dan lain-lain.

c.. Kebijakan investasi aktiva lancar yang konservatif adalah pemenuhan kebutuhan

dana yang lebih banyak menggunakan sumber dana jangka panjang

dibandingkan jangka pendek. Sedangkan Kebijakan investasi aktiva lancar yang

agresif adalah pemenuhan kebutuhan dana yang lebih banyak men8 kal

ggunakan sumber dana pendek dibandingkan jangka panjang, dalam pendekatan

ini perusahaan berani menanggung risiko yang besar.

6. diket : Kas = 40 hari

Piutang = 8 kali

Utang = 10 kali

Penjualan = Rp 920.000

Dit. : a. Perputaran Persediaan ?

b. besarnya piutang ?

Jwb : b. Perputaran Piutang =

 Penjualan Rata−rata Piutang = 920.000

X = 8 kali


X = 920.000

8 = 115.000


Jadi Rata − rata Piutang = 115.000

Untuk mencari Rata − rata Piutang = Piutang

2. maka besarnya piutang = Rata − rata Piutang x 2 = 115.000 x 2 = 230.000

a. Periode terikatnya modal kerja - kas = 360

Perputaran Kas

40 hari = 360x

X =360

40 = 9 kali

Maka untuk menghitung Perputaran Persediaannya :


Kas = 9 kali

Piutang = 8 kali

Utang = 10 kali +
= 27 kali

Jadi Perputaran Persediaannya adalah 27 kali 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar