Senin, 09 Oktober 2023

SISTEM BIAYA STANDAR

 

Biaya Standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, efisiensi dan faktor-faktor lain tertentu.

 

Standard cost digunakan untuk:

1.       Membuat budget

2.       Mengontrol cost dan mengukur efisiensi

3.       Memudahkan prosedur penetapan biaya dan pembuatan laporan biaya

4.       Menetapkan cost material, WIP, dan finished good

5.       Menetapkan harga penawaran dan harga jual.

 

 

Prosedur Penentuan Biaya Standar Biaya Bahan Baku Standar, terdiri atas :

1.          Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik tertentu, atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standar.

2.         Harga satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula harga standar.


Kuantitas Standar Bahan Baku dapat ditentukan dengan menggunakan :

1.         Penyelidikan teknis.

2.         Analisis catatan masa lalu dalam bentuk :

a)              Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu dimasa lalu.

b)             Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling buruk dimasa lalu.

c)              Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.

 

Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa :

a.              Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan datang, biasanya untuk jangka waktu 1 tahun.

b.             Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.

c.              Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka panjang.

 

Biaya Tenaga Kerja Standar

Jam Tenaga Kerja Standar dapat ditentukan dengan cara :

1.  Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari Kartu Harga Pokok (Cost Sheet) periode yang lalu.

2.  Membuat test-run operasi produksi dibawah keadaan normal yang diharapkan.

3.  Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan dibawah keadaan nyata yang diharapkan.

4.  Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk

 

Biaya Overhead Pabrik Standar

Tarif Overhead Standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan kapasitas normal. Untuk pengendalian BOP dalam sistem biaya standar, perlu dibuat anggaran


fleksibel, yaitu anggaran biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas.  Tarif BOP standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam satu tarif yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu. Sebagai akibatnya dalam tarif ini semua BOP diperlakukan sebagai biaya variabel. Di lain pihak anggaran fleksibel memisahkan faktor-faktor biaya tetap dan variabel, dan memperlakukan BOP tetap sebagai biaya yang jumlahnya tetap dalam volume tertentu.

 

Analisis Penyimpangan Biaya Sesungguhnya Dari Biaya Standar Penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar disebut dengan selisih (variance). Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar dianalisis, dan dari analisi ini diselidiki penyebab terjadinya selisih yang merugikan.

 

Analisis Selisih Biaya Produksi Langsung

Ada 3 model analisis selisih biaya produksi langsung :

1.     Model Satu Selisih (The One-Way Model)

Dalam model ini, selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar tidak dipecah kedalam selisih harga dan selisih kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan gabungan antara selisih harga dengan selisih kuantitas.

 

 

St = ( HSt x KSt ) – ( HS x KS )

 
Hasil perhitungan selisih diberi tanda L (selisih Laba) dan R (selisih Rugi). Analisis selisih dalam model ini dapat digambarkan dengan rumus berikut ini :

 

 

 

Diketahui :

St         =    Total Selisih Hst     =            Harga Standar

Kst       =    Kuantitas Standar HS         =            Harga Sesungguhnya

KS       =    Kuantitas Sesungguhnya


 

2.       Model Dua Selisih (The Two-Way Model)

a.  Selisih antara biaya sesungguhnya dengan biaya standar dipecah menjadi 2 macam selisih, yaitu selisih harga dan selisih kuantitas atau efisiensi.

b.  Rumus perhitungan selisih dapat dinyatakan sebagai berikut :

 

 

Perhitungan Selisih Harga              Perhitungan Selisih Kuantitas

Text Box: SH = ( HSt – HS ) x KS
Text Box: SK = ( KSt – KS ) x HSt

Diketahui :

SH      =    Selisih Harga                       SK     = Selisih Kuantitas Hst =           Harga Standar                            Kst    = Kuantitas Standar

HS      =    Harga Sesungguhnya          KS     = Kuantitas Sesungguhnya

 

 

3.       Model Tiga Selisih (The Two-Way Model)

Selisih antara biaya standar dengan biaya sesungguhnya dipecah menjadi 3 macam selisih berikut ini : Selisih Harga, Selisih Kuantitas, Selisih Harga / Kuantitas.

Hubungan harga dan kuantitas sesungguhnya dapat terjadi dengan kemungkinan berikut ini :

a)              Harga dan Kuantitas Standar masing-masing lebih tinggi atau lebih rendah dari harga dan kuantitas sesungguhnya.

Rumus perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi Harga Standar dan Kuantitas Standar masing-masing ” Lebih  Rendah ”  dari Harga Sesungguhnya dan Kuantitas Sesungguhnya, dinyatakan dalam persamaan berikut ini :

 

Perhitungan Selisih Harga

Text Box: SH = ( HSt – HS ) x KSt


 

 

Perhitungan Selisih Kuantitas

Text Box: SK = ( KSt – KS ) x HSt

 

 

Perhitungan Selisih Gabungan yang merupakan Selisih Harga

/Kuantitas

Text Box: SHK = ( HSt – HS ) x ( KSt – KS )

 

Rumus perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi Harga Standar dan Kuantitas Standar masing-masing ” Lebih Tinggi ” dari Harga Sesungguhnya dan Kuantitas Sesungguhnya, dinyatakan dalam persamaan berikut ini :

 

Perhitungan Selisih Harga

Text Box: SH = ( HSt – HS ) x KS

 

 

Perhitungan Selisih Kuantitas

Text Box: SK = ( KSt – KS ) x HS

 

Perhitungan Selisih Gabungan yang merupakan Selisih Harga

/Kuantitas

Text Box: SHK = ( HSt – HS ) x ( KSt – KS )


b)             Harga Standar “ Lebih Rendah “ dari Harga Sesungguhnya, namun sebaliknya Kuantitas Standar ” Lebih Tinggi “ dari Kuantitas Sesungguhnya.

Selisih gabungan yang merupakan selisih harga / kuantitas tidak akan terjadi. Dengan demikian perhitungan selisih harga dan kuantitas dalam kondisi seperti ini dengan model 3 selisih dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

Perhitungan Selisih Harga

Text Box: SH = ( HSt – HS ) x KS

 

Perhitungan Selisih Kuantitas

Text Box: SK = ( KSt – KS ) x HSt

 

Selisih Harga / Kuantitas sama dengan nol

 

c)               Harga Standar “ Lebih Tinggi “ dari Harga Sesungguhnya, namun sebaliknya Kuantitas Standar ” Lebih Rendah “ dari Kuantitas Sesungguhnya.

Selisih gabungan tidak akan terjadi. Perhitungan selisih dengan model 3 selisih dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

 

Perhitungan Selisih Harga

Text Box: SH = ( HSt – HS ) x KSt

 

Perhitungan Selisih Kuantitas

Text Box: SK = ( KSt – KS ) x HS

 

Selisih Harga / Kuantitas sama dengan nol


CONTOH SOAL

PT. CAHAYA MENTARI pada tahun 1996 memproduksi produk jadi sebanyak  120.000  unit.   Bahan  baku   yang  dibeli  dari  pemasok  sebanyak

750.000  kg,  sedangkan  yang  digunakan  dalam  proses  produksi  sebanyak

700.000 kg. Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 6 kg / unit dengan standar harga Rp. 2.150,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 3 jam / unit dengan standar tarif upah Rp. 2.400,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 2.100,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 365.000 jam dengan tarif Rp. 2.500, / jam. Diminta Carilah :

1.       Selisih harga bahan baku.

2.       Selisih kuantitas bahan baku.

3.       Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.

4.       Selisih Tarif tenaga kerja langsung

5.       Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih gaji dan upah dengan mengabaikan pajak atas gaji dan upah

 

PENYELESAIAN :

1.     Selisih Harga Bahan Baku :

Selisih Harga = ( Harga Ssg – Harga Std ) x Kuantitas Ssg

= ( Rp. 2.100 – Rp. 2.150 ) x 750.000

= Rp. 37.500.000,- ( Laba )

2.     Selisih Kuantitas Bahan Baku :

Selisih Kuantitas    = [ Kuantitas Ssg – Kuantitas Std yang ditetapkan ] x Harga Std

= [ 700.000 – ( 6 x 120.000 ) ] x Rp. 2.150

= Rp. 43.000.000 ( Laba )

3.     Selisih Efisiensi Jam Tenaga Kerja Langsung :

Selisih Jam Kerja = [ Jam kerja Ssg – Jam kerja Std yang ditetapkan ] x Tarif upah Std


= [ 365.000 – ( 3 x 120.000 ) ] x Rp. 2.400

= Rp. 12.000.000,- ( Rugi )

4.     Selisih Tarif Upah Tenaga Kerja Langsung :

Selisih Tarif Upah = [ Tarif upah Ssg – Tarif upah Std ] x Jam kerja Ssg

= [ Rp. 2.500 – Rp. 2.400 ] x 365.000

= Rp. 36.500.000,- ( Rugi )

5.     Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar :

Gaji dan upah  ( 2.500 x 365.000)            Rp.  912.500.000,-     

Berbagai perkiraan hutang                                      Rp. 912.500.000,-

 

 

Jurnal untuk mengalokasikan gaji dan upah serta selisih-selisihnya : Barang dalam proses ( 360.000 x 2.400 ) Rp. 864.000.000,-                    — Selisih efisiensi TK langsung                               Rp.   12.000.000,-       — Selisih tarif TL langsung                                              Rp.   36.500.000,-      

Gaji dan upah                                                          Rp. 912.500.000,-

 

 

B.    SOAL LATIHAN/TUGAS

1.       PT. GEMERLAP BINTANG pada tahun 1995 memproduksi produk jadi sebanyak 20.000 unit. Bahan baku yang dibeli dari pemasok sebanyak

70.000 kg, sedangkan yang digunakan dalam proses produksi sebanyak

60.000 kg.

Dalam menghasilkan produk, ditetapkan standar kuantitas bahan baku sebanyak 4 kg / unit dengan standar harga Rp. 1.100,- / kg, lalu ditentukan pula standar efisiensi tenaga kerja langsung 2 jam / unit dengan standar tarif upah Rp. 4.600,- / jam . Namun kenyataan yang terjadi, harga bahan baku sesungguhnya hanya Rp. 1.050,- / kg dengan jumlah jam tenaga kerja sesungguhnya selama 41.800 jam dengan tarif Rp. 4.800, / jam.

Diminta :

a.       Selisih harga bahan baku.

b.       Selisih kuantitas bahan baku.

c.       Selisih efisiensi tenaga kerja langsung.

d.       Selisih Tarif tenaga kerja langsung


e.       Jurnal untuk mencatat gaji dan upah yang harus dibayar serta pengalokasian selisih gaji dan upah.

2.       CV. CAHAYA MENTARI yang berproduksi dengan 2 jenis bahan baku dan memiliki 2 dept. produksi dimana Bahan Baku hanya dipakai pada Dept. I dan BOP pada Dept. II. Biaya standar untuk menentukan biaya produksi, berdasarkan data-data sebagai berikut :

a.       Harga bahan distandarkan Rp. 100,-/kg untuk bahan A dan Rp. 400,-

/kg untuk bahan B ditambah biaya penanganan masing-masing 10 %. Untuk membuat satu unit produk jadi diperlukan 2,5 kg bahan A dan 2 kg bahan B.

b.       Jumlah tenaga kerja yang menangani langsung produksi adalah 40 orang di Dept. I dan 100 orang di Dept. II, dimana diperkirakan tiap pekerja bisa bekerja efektif 35 jam / minggu. Upah dan gaji total per minggu Dept. I Rp. 280.000 dan Dept. II Rp. 875.000,- ditambah 20

% sebagai cadangan premi lembur dan premi lain-lain. Dalam Dept. I bahan diolah selama 2,5 jam dan dalam Dept. II selama 2 jam.

c.       Kapasitas normal produksi adalah 1.000 unit ( 100 % ) atau 4.000 jam mesin dengan batas terendah produksi 80 % dan kapasitas penuh 120

%. BOP yang terdiri dari overhead tetap dan variabel pada kapasitas normal adalah :

Variabel              Tetap

 

Upah pegawai

Rp.

320.000,-

Bahan pembantu

Rp.

140.000,-

Lain-lain

Rp.

20.000,-

Penyusutan Mesin                             Rp.  190.000,-

Listrik                                                Rp.    50.000,- Pemeliharaan, dll                             Rp.    80.000,-

Rp.  480.000,- Rp. 320.000,-

 

Dari data-data tersebut anda diminta untuk menyusun biaya standar per unit produk jadi dan fleksible budget untuk BOP pada kapasitas 80 %, 100

%, 120 %.


3.

 

Puray Co. menghasilkan satu produk dengan standar cost sebagai berikut:

 

Direct materials: 20 yards at $1,35 per yard

 

 

 

 

$27

Direct labor: 4 jam at $9 per jam

36

FOH: 4 DLH at $7.50 per jam; ratio variable: fixed adalah 2:1

30

Total standar cost per unit output

$93

Standar cost berdasarkan kapasitas normal 2.400 jam. Informasi untuk bulan Juli:

Unit yang diproduksi

500

Pembelian direct material:18.000 yards

dengan harga$1,38 per yard

$24.840

Direct material yang digunakan: 9.500 yards

 

Direct labor: 2.100 jam dengan tariff $9,15

per jam

19.215

FOH aktual

16.650

Diminta:

a.              Hitung tariff variable FOH per DLH dan total fixed FOH berdasarkan kapasitas normal.

b.             Hitung varians-varians berikut dan tentukan menguntungkan atau tidak.

1)             Materials purchase price dan quantity variance.

2)             Labor rate dan efficiency variance

3)             FOH controllable dan volume variance.

 

 

4.  Withers Co. menggunakan standard process costing pada departemen produksi. Material A diberikan pada awal proses dan material B diberikan ketika biaya konversi sudah mencapai 90%. Pemeriksaan dilakukan pada akhir proses dan seluruh unit yang rusak dianggap abnormal. Standar cost unit yang rusak dibebankan pada akun expense periode berjalan. Kapasitas normal 7.800 DLH per bulan. Standar cost


per unit adalah:

 

Material A: 4 galon dengan harga $1,20

$4,80

Material B: 2 square feet dengan harga $0,70

1,40

Direct labor: 1 jam dengan tariff $11,50

11,50

Variabel FOH: 1 jam dengan tariff $1,80

1,80

Fixed FOH: 1 jam dengan tariff $5,00

5,00

Total

$24,50

 

 

Data tambahan:

a.              WIP awal 3.000 unit (biaya konversi 331/3%)

b.             Unit yang mulai diproses 11.000 unit

c.              Unit yang selesai selama satu bulan 8.000 unit

d.             WIP akhir 5.000 unit (biaya konversi 40%)

e.              Biaya actual:

 

Material A yang digunakan

50.000 galon dengan harga $1,00

Material B yang digunakan

18.000 sq. ft. dengan harga $0,75

Direct labor

10.200 jam dengan tariff $12,00

FOH

$60.100

Diminta:

a.              Hitung equivalent unit untuk Material A, Material B, dan conversion cost.

b.             Hitung materials price usage dan quantity variances untuk masing- masing material, labor rate dan efisiensi variances, FOH controllable dan volume variances – favorable atau unfavorable.

c.              Hitung FOH empat variances.

 

 

C.   DAFTAR PUSTAKA

Horngren, Datar, and Foster, 2003. Cost Accounting-11edition. Prentice Hall Business Publishing, New Jersey

Ibnu S, Bambang Suripto, 1993, Akuntansi Biaya Seri Diktat Kuliah, Jakarta: Gunadarma.


Bastian Bustami, Nurlela. 2013. Akuntansi Biaya. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar