Senin, 09 Oktober 2023

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi

yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara-negara lain di dunia ini. Dalam

perekonomian terbuka sektor-sektor ekonominya dibedakan kepada empat golongan, yaitu :

rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Melakukan perdagangan

internasional merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh berbagai negara. Semenjak

berabad-abad yang lalu, ketika berbagai perekonomian masih belum begitu berkembang,

perdagangan ekspor dan impor telah mereka lakukan. Pada ketika ini kegiatan ekspor dan

impor merupakan bagian yang penting dalam kegiatan setiap perekonomian. Walau

bagaimanapun, secara relatif, kepentingannya berbeda dari suatu negara ke negara lain.


EKSPOR, IMPOR, DAN PENGELUARAN AGREGAT

Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri, aliran pendapatan dan

pengeluaran yang berlaku. Apabila aliran-aliran tersebut diperhatikan dengan teliti akan

didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan

perekonomian tiga sektor sebagai akibat dari wujudnya kegiatan ekspor-impor.

Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan

dalam negeri ke negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran

yang masuk ke sektor perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat

sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini

akan menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional. Impor menimbulkan efek yang

sebaliknya. Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukan barang dari luar

negeri ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ini akan menimbulkan aliran keluar atau

bocoran dari aliran pengeluaran dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan. Aliran

keluar atau bocoran ini pada akhirnya akan menurunkan pendapatan nasional yang dapat

dicapai. Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan


pendapatan nasional tergantung kepada ekspor netto, yaitu ekspor dikurangi impor. Apabila

ekspor netto adalah positif, pengeluaran agregat dalam ekonomi akan bertambah. Keadaan

ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.


PENENTU EKSPOR IMPOR

Untuk dapat menggambarkan dan menentukan keseimbangan dalam perekonomian

terbuka, perlulah terlebih dahulu dimengerti ciri-ciri dari ekspor dan impor. Untuk mengetahui

ciri-ciri tersebut perlulah dilihat faktor-faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan

impor sesuatu negara. Kedua hal tersebut diterangkan dalam uraian berikut :

– Faktor-faktor yang Menentukan Ekspor

Sejauh manakah sesuatu negara akan mengekspor barang-barang yang diproduksinya?

Banyak faktor yang akan menentukan hal ini dan pada dasarnya kepentingan ekspor di

sesuatu negara selalu berbeda dengan negara lain. Di sebagian negara ekspor sangat

penting, yaitu meliputi bagian yang cukup besar dari pendapatan nasional. Akan tetapi di

sebagian negara lain peranannya relatif kecil.

Sesuatu negara dapat mengekspor barang produksinya ke negara lain apabila barang

tersebut diperlukan negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi barang tersebut atau

produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri. Ekspor karet, kelapa sawit dan


petroleum dari beberapa negara Asia Tenggara berlaku oleh karena barang-

barang tersebut dibeli oleh negara-negara yang tidak dapat memproduksinya. Sebaliknya


pula negara-negara Asia Tenggara mengimpor kapal terbang, dan berbagai jenis barang

modal oleh karena mereka tidak dapat menghasilkan sendiri barang-barang tersebut.

Walau bagaimanapun faktor di atas bukanlah faktor yang terpenting yang menentukan

ekspor sesuatu negara. Faktor yang lebih penting lagi adalah kemampuan dari negara

tersebut untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar

negeri. Maksudnya, mutu dan harga barang yang diekspor tersebut haruslah paling sedikit

sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dalam pasaran luar negeri. Cita rasa

masyarakat di luar negeri terhadap barang yang dapat diekspor ke luar negara sangat

penting peranannya dalam menentukan ekspor sesuatu negara. Secara umum boleh

dikatakan bahwa semakin banyak jenis barang yang mempunyai keistimewaan yang


sedemikian yang dihasilkan olehh sesuatu negara, semakin banyak ekspor yang dapat

dilakukan.

Pendapatan nasional dianggap bukan penentu penting dari ekspor sesuatu negara. Ekspor

akan secara langsung mempengaruhi pendapatan nasional. Akan tetapi hubungan yang

sebaliknya tidak selalu berlaku, yaitu kenaikan pendapatan nasional belum tentu menaikkan

ekspor oleh karena pendapatan nasional dapat mengalami kenaikan sebagai akibat

kenaikan pengeluaran rumah tangga, investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan

penggantian barang impor dengan barang buatan dalam negeri.

Ciri yang baru diterangkan ini menyebabkan ekspor dipandang sebagai pengeluaran

otonomi- yaitu seperti yang diterangkan sebelumnya, adalah pengeluaran yang besarnya

tidak tergantung kepada pendapatan nasional. Dalam persoalan ini ciri ekspor adalah sama

dengan investasi perusahaan dan pengeluaran pemerintah, yaitu jumlahnya tidak ditentukan

oleh pendapatan nasional.


– Faktor-Faktor yang Menentukan Impor

Pada faktor yang menentukan ekspor dijelaskan bahwa hanya rumah tangga yang membeli

barang-barang dari luar negara. Dalam praktiknya tidaklah demikian. Barang buatan luar

negeri juga diimpor oleh sektor lain, yaitu oleh perusahan dan pemerintah. Perusahaan

mengimpor bahan mentah dan barang modal dari luar negeri. Pemerintah juga melakukan

hal yang sama, yaitu pemerintah menggunakan barang konsumsi dan barang modal yang

diimpor. Walau bagaimanapun dalam analisis makroekonomi diasumsikan bahwa impor

terutama dilakukan oleh rumah tangga. Maka fungsi impor sangat berhubungan dengan

pendapatan nasional. Yang dimkasudkan dengan fungsi impor adalah kurva yang

menggambarkan hubungan di antara nilai impor yang dilakukan dengan tingkat pendapatan

masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai. Seperti telah dinyatakan impor adalah

pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional maka semakin

tinggi pula impor.


B. Keseimbangan Perekonomian Terbuka


Untuk menerangkan mengenai keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian

terbuka, analisis di sini akan menunjukkannya dengan membandingkan keseimbangan

dalam ekonomi tiga sektor dan ekonomi empat sektor. Akan ditunjukkan bagaimana

keseimbangan ekonomi tiga sektor akan mengalami perubahan apabila pengeluaran

agregat meliputi pula ekspor dan impor. Analisis akan dilakukan secara grafik dan dua

pendekatan akan digunakan: pendekatan pengeluaran agregat- penawaran agregat ( Y =

AE ) dan pendekatan suntikan-bocoran.

Sebelum keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi terbuka diterangkan, terlebih

dahulu akan ditunjukkan syarat keseimbangan dalam perekonomian terbuka. Bagian ini juga

akan menerangkan dua hal berikut : (i) suatu contoh angka untuk menunjukkan

keseimbangan pendapatan, dan (ii) suatu contoh angka untuk menunjukkan keseimbangan

dalam perekonomian terbuka dan perubahan keseimbangan tersebut.


SYARAT KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan di mana (i) penawaran

agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan (ii) suntikan sama dengan bocoran. Uraian

berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut tercapai dalam perekonomian

terbuka.

– Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka

Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan di dalam negeri terdiri

dari dua golongan barang; (i) yang diproduksi di dalam negeri dan meliputi pendapatan

nasional (Y), dan (ii) yang diimpor dari luar negeri. Dengan demikian dalam perekonomian

terbuka penawaran agregat atau AS terdiri dari pendapatan nasional (Y) dan impor (M).

Dalam formula :


Uraian sebelum ini mengenai sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah

menunjukkan bahwa pengeluaran agregat ( AE) meliputi lima komponen berikut :

pengeluaran rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri (Cdn), investasi swasta (I),

AS = Y + M


pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X) dan pengeluaran ke atas impor (M). Dalam

persamaan :

AE = Cdn + I +G + X + M


Pengeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran ke atas barang dalam negeri dan

pengeluaran ke atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan

berikut :

C = Cdn + M


Berdasarkan persamaan diatas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi :

AE = C + I + G + X


Di mana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan barang yang

diimpor.

Dalam setiap perekonomian (apakah ia terdiri dari dua sektor, tiga sektor atau empat sektor)

keseimbangan pendapatan nasional dicapai apabila penawaran agregat (AS) sama dengan

penggeluaran agregat (AE). Dengan demikian, dalam perekonomian terbuka keseimbangan

pendapatan nasional akan tercapai apabila :

Y + M = C + I + G + X

Atau :

Y = C + I + G + ( X – M )


Suntikan dan Bocoran dalam Perekonomian Terbuka


Dalam pendekatan suntikan-bocoran, keseimbangan pendapatan nasional dalam

perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut :

I + G + X = S + T + M


Uraian beikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk menentukan

keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.


KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA

Apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri tiga sektor, keseimbangan pendapatan

nasional akan dicapai pada keadaan: Y = C + I + G. Dengan demikian pendapatan nasional

adalah Y. Apabila perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua

aliran pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Ekspor akan menambah pengeluaran

agregat manakala impor akan mengurangi pengeluaran agregat. Dengan demikian, apabila

perekonomian berubah dari ekonomi tertutup ke ekonomi terbuka, pengeluaran agregat

akan bertambah sebanyak ekspor neto, yaitu sebanyak ( X – M). Nilai ekspor neto ini perlu

ditambahkan kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup ( AE = C + I

+ G ) dan akan diperoleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor , yaitu :

AE = C + I + G + ( X – M ).

Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbangan pendapatan nasional pindah dari Eo

menjadi E1 , dan menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3 (pendapatan

nasional dalam perekonomian tertutup ) menjadi Y4 (pendapatan nasional untuk

perekonomian terbuka). Patut disadari bahwa fungsi AE = C + I +G + ( X – M ) tidak sejajar

dengan AE = C + I + G dan dengan fungsi konsumsi (C). Keadaan demikian berlaku karena

impor (M) nilainya sebanding (proportional) dengan pendapatan nasional, maka fungsi AE =

C + I +G + ( X – M ) lebih landai.

Keseimbangan pendapatan nasional menurut suntikan-bocoran yaitu apabila dimisalkan

ekonomi terdiri dari tiga sektor, keseimbangan dicapai pada Eo yaitu apabila S + T = I + G

dan pendapatan nasional adalah Y3. Perubahan dari perekonomian tertutup menjadi

perekonomian terbuka, menyebabkan :


(i) Suntikan bertambah sebanyak X, dari I + G menjadi I + G + X. Perubahannya sejajar

karena ekspor adalah pengeluaran otonomi.

(ii) Bocoran bertambah sebanyak M, dari S + T , menjadi S + T + M. Fungsi S + T + M

bermula dari garis asal S + T dan semakin menjauhi S + T karena M adalah pengeluaran

terpengaruh ( sebanding dengan pendapatan nasional ).

Dengan demikian, efek dari perubahan dalam (i) dan (ii) dalam perekonomian terbuka

keseimbangan akan dicapai dar E3, yaitu pada persilangan di antara I + G + X dan S + T +

M. Maka pendapatan nasional dari ekonomi empat sektor adalah Y4.


Dalam perekonomian terbuka pendapatan nasional adalah sama dengan pengeluaran-

pengeluaran berikut : pengeluaran rumah tangga terhadap produksi dalam negeri, tabungan


rumah tangga, pajak perusahaan dan individu yang dibayar dan pengeluaran ke atas barang

impor. Dalam persamaan :

Y = Cdn + S + T + M

Oleh karena kesamaan di atas maka apabila Y = Cdn dengan sendirinya S + T + M = 0


PERUBAHAN-PERUBAHAN KESEIMBANGAN

Perubahan pengeluaran rumah tangga, perubahan komponen-komponen suntikan (I, G dan

X ) dan perubahan komponen-komponen bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan

perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam pengeluaran

rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan

nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan proses multiplier sehingga

pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari

pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku. Dalam ekonomi empat sektor nilai

multiplier adalah lebih kecil dari dalam ekonomi tiga sektor. Sebabnya adalah karena dalam

perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan nasional,

yaitu persamaan impor adalah M = m Y. Nilai m menyebabkan tingkat “bocoran” (presentasi

dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk menimbulkan

proses multiplier selanjutnya ) menjadi bertambah besar.

Perubahan komponen yang meliputi bocoran ( S, T atau M ) akan menimbulkan akibat yang

sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan,


atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan

menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan bocoran


Ringkasan

1. Ekonomi Empat Sektor adalah Perekonomian yang menjalankan kegiatan

ekspor dan impor. (Perekonomian Terbuka)

2. Syarat Keseimbangan Pendapatan Nasional dalam perekonomian terbuka

akan dicapai pada keadaan dimana (i) Penawaran Agregat sama dengan

pengeluaran Agregat, dan (ii) Suntikan sama dengan Bocoran

3. Dalam ekonomi empat sector nilai multiplier adalah lebih kecil dibandingkan

dengan ekonomi tiga sector disebabkan karena dalam perekonomian terbuka

dimisalkan import adalah sebanding dengan pendapatan nasional, yaitu

persamaan import adalah M = m Y. nilai m menyebabkan tingkat “bocoran”

(presentasi dari pertambahan pendapatan nasional yg tidak dibelanjakan

kembali untuk menimbulkan proses multiplier selanjutnya0 menjadi

bertambah besar. Perubahan komponen yang melipti bocoran ( S, T atau M)

akan menimbulkan akibat yg sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh

komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan , atau pajak atu impor

akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan

pendapatan nasional berkurang lebih bresar dari kenaikan bocoran.

4. Diket : C = 100 + 0,8 Yd

T = 0,25

M = 0,10 Y

T = 0,25

I = 200

G = 200

X = 400

Y = C + I + G + X – M


= 100 + 0,8 (1-0,25)Y + 200 + 200 + 400 – 0,10Y

Y – 0,8 (1-0,25)Y + 0,10Y = 900


(1-0,8 (1-0,25) + 0,10)Y = 900

Ye = 1/1-0,8 (1-0,25) + 0,10 . 900

= 1/1-0,8 (0,75) + 0,10 . 900

= 1/1-0,6 + 0,10 . 900

= 1/0,5 . 900 = 1800


Yd = Y – T = Y – t.Y = 1800 – 0,25 (1800) = 1350

Z = 1/0,5 = 2


→ Keseimbangan Pendapatan Nasional :

T – G = t.Y – G = 0,25 (1800) – 200 = 250

→ Neraca Perdagangan = X – M = 400 – 0,10 ( 1800) = -220 (Defisit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar